Provinsi Gorontalo menjadi daerah tebaik dalam penilaian Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) untuk Regional Tengah dan Timur. Prestasi ini, pertama kali diraih oleh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan KB Dikes Provinsi Gorontalo dr. Rosina Kiu, pada pertemuan Evaluasi GERMAS di daerah, Selasa 22 Oktober 2019 di Hotel Aryaduta Makassar.

Rosiana Kiu mengatakan, penilaian ini dilakukan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia. Penilaian fokus pada studi evaluatif terhadap pelaksanaan GERMAS, baik ditingkat pusat dan daerah.

Metode penilaian tersebut, untuk mengetahui capaian, evaluasi, tantangan, maupun kendala, serta untuk mengeksplorasi inovasi-inovasi atau praktek baik itu pelaksanaan GERMAS, yang mengasilkan rekomendasi penguatan pelaksanaan program.

Sementara itu, Plt. Kepala Dikes Provinsi Gorontalo Misranda E. U. Nalole, menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut. Misranda berharap prestasi ini bisa tetap dipertahankan. Komitmen pimpinan daerah dalam mendukung upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, merupakan bagian dari implementasi GERMAS di sendi-sendi kehidupan masyarakat maupun pada tataran kebijakan pemerintahan.

Selengkapnya

Telah dilakukan peningkatan kapasitas pembina, pamong dan instruktur melalui Orientasi Kepramukaan Saka Bakti Husada regional timur dengan tujuan disamping penyegaran tentang kepramukaan, juga mensosialisasikan Syarat Kecakapan Khusus Krida SBH, serta mengidentifikasi upaya-upaya pembinaan dan pengembangan SBH yang dilakukan daerah baik untuk organisasi/kelembagaan, pembentukan pangkalan dan pembinaan peserta didik sebagai anggota.

 

Pertemuan dilaksanakan tanggal 14-16 Oktober 2019 di Makassar dibuka oleh kak Kingkin Suroso Wakil Ketua Kwarnas bidang Saka, Sako dan Gugus Darma dan dengan penyelenggara Universitas Hasanuddin Makassar yang merupakan mitra Kementerian Kesehatan dalam pembangunan kesehatan.

Peserta orientasi berasal dari dari 10 Provinsi dan 33 Kabupaten/Kota merupakan pembina, pamong dan instruktur Saka Bakti Husada yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengelola SBH dan juga mendorong terbentuknya pangkalan yang menjadi wadah belajar anggota SBH, agar ikut dan berperan dalam mencegah, mengenali masalah kesehatan lebih dini.

 

Materi orientasi antara lain tentang Kebijakan Pembinaan Saka bakti Husada, Kebijakan Kwarnas dalam pembinaan Satuan Karya, Fundamental dan peran Gerakan Pramuka, Pembinaan Krida Saka Bakti Husada serta pembentukan dan reaktivitasi Pangkalan Saka Bakti Husada.

Sekretariat SBH Tingkat Nasional

Selengkapnya

Telah dilakukan peningkatan kapasitas pembina, pamong dan instruktur melalui Orientasi Kepramukaan Saka Bakti Husada regional tengah dengan tujuan disamping penyegaran tentang kepramukaan, juga mensosialisasikan Syarat Kecakapan Khusus Krida SBH, serta mengidentifikasi upaya-upaya pembinaan dan pengembangan SBH yang dilakukan daerah baik untuk organisasi/kelembagaan, pembentukan pangkalan dan pembinaan peserta didik sebagai anggota.

   

Pertemuan dilaksnakan tanggal 9-11 Oktober 2019 di Denpasar dibuka oleh kak Kingkin Suroso Wakil Ketua Kwarnas bidang Saka, Sako dan Gugus Darma dan dengan penyelenggara Universitas Udayana Denpasar yang merupakan mitra Kementerian Kesehatan dalam pembangunan kesehatan.

Peserta orientasi berasal dari dari 11 Provinsi dan 41 kabupaten/Kota merupakan pembina, pamong dan instruktur Saka Bakti Husada yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengelola SBH dan juga mendorong terbentuknya pangkalan yang menjadi wadah belajar anggota SBH, agar ikut dan berperan dalam mencegah, mengenali masalah kesehatan lebih dini.

    

Materi orientasi antara lain tentang Kebijakan Pembinaan Saka bakti Husada, Kebijakan Kwarnas dalam pembinaan Satuan Karya, Fundamental dan peran Gerakan Pramuka, Pembinaan Krida Saka Bakti Husada serta pembentukan dan reaktivitasi Pangkalan Saka Bakti Husada

Sekretariat SBH Tingkat Nasional

Selengkapnya

Saka Bakti Husada merupakan satu dari saka lainnya yang ada di Gerakan Pramuka Indonesia yang menjadi wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam Bidang Kesehatan.

Satuan Karya Pramuka (Saka) ini diperuntukkan bagi para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega atau para pemuda usia antara 16 samapai 25 tahun dengan syarat khusus. Setiap Satuan Karya memiliki beberapa krida, yang masing-masing mengkhususkan pada sub-bidang ilmu tertentu.

Pada 14 Oktober 2019 telah dimulai Orientasi Instruktur Pembina dan Pengelola Krida Saka Bakti Husada untuk 10 Provinsi Regional Timur di kota Makassar. Kegiatan ini berlangsung mulai dari 14 Oktober sampai 16 Oktober 2019.

Kegiatan ini juga berlangsung dikarenakan adanya bentuk kerjasama antara Kwarnas Gerakan Pramuka dengan Universitas Hasanuddin.

Selengkapnya

Pesantren Sehat merupakan salah satu program Kementerian Kesehatan yang menjadi prioritas pada tahun 2019. Disini peran dari santri dan kyai atau guru memegang peran penting dalam mewujudkan pesantren sehat. Instument lainnya adalah peran serta masyarakat pesantren, daya guna mitra potensial, dan kebijakan berwawasan kesehatan.

Pada 11 Oktober 2019, telah diadakan Lokakarya Penyelenggaraan Pesantren Sehat yang telah diadakan di Kota Metro Provinsi Lampung.

Selengkapnya

Sebanyak 15.000 anggota Pramuka siap mengikuti rangkaian agenda Perkemahan Ukhuah Nasional IV (Kemnas) yang diselenggarakan oleh Satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu (Sako SIT) di Bumi Perkemahan Cibubur.

Kemnas IV yang diikuti juga oleh kontingen negara Malaysia dan Thailand dibuka oleh Ketua Kwarnas Komjen Pol Budi Waseso.

Perkemahan merupakan sarana pembinaan Pramuka Penggalang yang menitikberatkan pada pengembangan diri peserta dalam bidang mental, fisik, intelektual spritual dam sosial, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat,” ujar Rizal Dharmas selaku Ketua Panitia Kemnas IV kepada media di cibubur.

Rizal Dharmas juga berharap, di Kemnas IV ini dapat menumbuhkan komitmen terhadap penghayatan dan pengalaman kode kehormatan Pramuka, yaitu Trisatya dan Dasa Darma.

“Tema dari Kemnas IV ini adalah ‘Kekokohan Jatidiri Pramuka SIT untuk siap memimpin Indonesia’. Tema tersebut, kata Rizal dianggap relevan karena anggota Pramuka SIT diharapkan mampu menunjukkan perannya dalam mempersiapkan diri untuk pembangunan bangsa dan negara.

Selengkapnya

Pada 4 Oktober 2019 telah diadakan Peluncuran Komunitas dan Kampus Sehat.

Penyakit Tidak Menular (PTM) setiap tahunnya menjadi persoalan serius di setiap daerah. Pola hidup yang tidak sehat telah menjadi pemicu awal dari masyarakat yang terserang PTM.

Berbeda dengan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Tidak ingin terus menerus PTM meneror masyarakat, bumi Serasan Sekate ini menjadi pusat percontohan bersama dua daerah lainnya yaitu Depok dan Sidoarjo dari Pemerintah Pusat sebagai daerah yang berhasil melakukan upaya pencegahan PTM.

Muba juga ditunjuk sebagai satu dari tiga kabupaten di Indonesia sebagai daerah percontohan komunitas Hidup Sehat untuk pencegahan Penyakit Tidak Menular seperti:

  •          Kanker
  •          Jantung
  •          Diabetes
  •          Hipertensi

Pemerintah Kabupaten Muba melalui Dinas Kesehatan Muba serta berbagai komunitas sangat gencar melakukan upaya preventif dengan mengenalkan kepada masyarakat bagaimana pola hidup sehat.

“Alhamdulillah hasilnya hari ini Muba ditunjuk sebagai salah satu daerah percontohan daerah yang berhasil melakukan upaya pencegahan PTM,” ucap Bupati Muba Dodi Reza saat Peluncuran Komunitas dan Kampus Sehat Menggiatkan Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit oleh Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla di Aula IMERI Kampus Universitas Indonesia Salembang pada Jumat, 4 Oktober 2019.

Jusuf Kalla mengapresiasi Kabupaten Muba yang sejak dahulu telah menjalankan Program Obat Gratis. Jusuf Kalla berharap, agar daerah lain dapat mencontoh tiga daerah ini yakni Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Depat yang hari ini telah dinobatkan sebagai daerah percontohan daerah pencegah PTM.

Selengkapnya

Pada 19 September 2019, diadakan Launching Health Promoting yang berlangsung di Ruangan Universitas Gajah Mada.

Peluncuran Program Health Promoting merupakan salah satu upaya UGM demi mewujudkan kampus yang sehat bagi seluruh sivitas akademika. Dalam acara ini, Rektor UGM, Prof Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU menyampaikan  jika saat ini perguruan tinggi diharapkan dapat ikut mempromosikan perilaku hidup sehat dan menjadikan kampus sebagai lingkungan yang sehat.

Tema yang di usung yaitu “Inovasi Akademik dalam Bingkai NKRI Guna Penguatan Daya Saing Bangsa” dengan tagline “Innovating Education, Strengthening Our Nation

Selengkapnya

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang waktu yang cukup lama.

Pada Rabu, 18 September 2019 telah diadakan Pertemuan di Ruang Merapi, The Sultan Hotel, Jakarta. untuk melakukan Standarisasi Penyusunan Dokumen Strategi Komunikasi Daerah terkait Perubahan Perilaku Pencegahan Stunting.

Selengkapnya

Kesehatan merupakan hak dasar/hak fundamental warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk mewujudkan hal tersebut, sesuai Undang undang No.17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-N) Tahun 2005-2025 dinyatakan untuk mewujudkan bangsa yang berdaya saing, pembangunan nasional diarahkan untuk mengedepankan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing.

Selengkapnya

Ada beragam jenis minyak yang dapat dipakai untuk memasak. Kriteria minyak goreng yang baik adalah kandungan lemak jenuhnya berjumlah lebih sedikit dibandingkan dengan lemak tak jenuh yang ada dalam komposisi minyak tersebut.

Pada Jumat, 13 September 2019 diadakan pertemuan antara Promosi Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat untuk membahas bersama mengenai Edukasi penggunaan minyak goreng secara sehat untuk di konsumsi bagi masyarakat yang selam ini masih kurang tepat.

Selengkapnya

GERMAS Merupakan gerakan yang bertujuan untuk menerapkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. GERMAS juga diikuti dengan cara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta dukungan untuk program pembangunan berbasis masyarakat.

Pada Jumat, 23 Agustus 2019 Sosialisasi tentang GERMAS diadakan di Kota Kupang yang di buka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang dan juga dihadiri oleh Dr. dr. Imanuel, M.Sc selaku Anggota Komisi IX DPR RI.

Dalam Sosialisasi GERMAS yang berlangsung para peserta sosialisasi juga mendapatkan tentang penjelasan GERMAS, lalu informasi bagaimana menjaga dan memilih makanan yang sehat untuk tubuh.

Selengkapnya

Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Program Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan tahun 2019 berlangsung di Hotel Sunan Solo, pada Senin, 2 September 2019.

Dirjen Jenderal Kesmas Kementerian Kesehatan RI, Dr. Pritasari, MQIH menyampaikan jika sampai dengan akhir Agustus 2019, anggaran dan dekon tahun 2019 penyerapan baru mencapai 48,26% dari total Rp. 320.236.839.000.

Dari 34 provinsi, 4 diantaranya masih dibawah 40%, yaitu provinsi Kalimantan Barat, Banten, Papua dan Papua Barat. Bila disandingkan antar kegiatan dengan penyerapan, sambungnya, maka kegiatan program Promosi Kesehatan posisi paling rendah dalam penyerapannya, yaitu 37,3%, dan Kesehatan Kerja Olahraga menjadi tertinggi dalam penyerapannya, yaitu 59.38% dari pagu anggarannya.

Selanjutnya, Dirjen Kirana mengingatkan jika tahun 2019 merupakan terakhir dari periode ke-3 pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. Tahun 2019, hanya berakhir beberapa bulan lagi. Artinya beberapa bukan mendatang, kita semua akan memasuki akhir periode ke-3 dari RPJPN 2005-2025 yang merupakan periode pembangunan jangka menengah yang sangat penting dan strategiS.

Dirjen Kirana juga menyampaikan Renstra Kemenkes, Program Kesehatan Masyarakat diukur melalui 29 indikator yang dipantau per Triwulan. berdasarkan hasil evaluasi triwulan 2, sebanyak 16 indikator mendapatkan kategori hijau, capaian sesuai target, 9 indikator mendapatkan kategori kuning dan 4 indikator kategori merah, yang diperkirakan tidak akan tercapai tahun 2019, sehingga memerlukan upaya percepatan.

Indikator tersebut yaitu:

  1. Presentase Ibu Hamil KEK yang mendapat pemberian makanan tambahan (PMT)
  2. Presentase Ibu Hamil yang mendapatkan Tabelt Tambah Darah (TTD) 90 tablet selama masa kehamilan
  3. Presentase remaja puteri yang mendapat Tablet Tambah Darah (TTD)
  4. Presentase Balita kurus yang mendapat makanan tambahan

Tentang hal ini, Dr. Kirana mengharapkan Dinas Kesehatan Provinsi dapat lebih mendorong Kabupaten/Kota dalam pemanfaatan DAK. Pembinaan dimulai dari perencanaan dalam pemanfaatan, penggerakan program dan monitoring evaluasi pelaporan.

Selengkapnya

GERMAS merupakan gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat.

Pada Sabtu, 24 Agustus 2019 diadakan Kegiatan Sosialisasi GERMAS yang dihadiri oleh Dr. dr. Imanuel, M.Sc di Kabupaten Kupang. Kegiatan Sosialisasi ini bertujuan untuk menjadikan masyarakat bisa menjaga kesehatan dengan pola kesehatan GERMAS.

Selengkapnya

Pada Senin, 26 Agustus 2019 diadakan pertemuan untuk membahas kerjasama antara Dit. Promkes dan PM dengan Yayasan Jaringan Pesantren Nusantara.

Pesantren Sehat merupakan salah satu program Kementerian Kesehatan yang menjadi prioritas pada tahun 2019. Disini peran dari santri dan kyai atau guru memegang peran penting dalam mewujudkan pesantren sehat. Instument lainnya adalah peran serta masyarakat pesantren, daya guna mitra potensial, dan kebijakan berwawasan kesehatan.

Selengkapnya

Hj Rahima Fachriori selaku Ketua Forum Konsumsi Ikan (Forikan) di Provinsi Jambi, pada kesempatan itu Rahima mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi Ikan, karena manfaat ikan dengan berbagai nutrisi dan protein yang dikandungnya, diantaranya bisa meningkatkan kecerdasan otak anak.

Hal tersebut disampaikan usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Forum Peningkatan Konsumsi Ikan, yang dibuka oleh Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo, di Hotel Millennium Jakarta pada Kamis, 29 Agustus 2019.

Hj Rahima Fachrori mengakui bahwa Gemarikan telah lama diterapkan dalam lingkungan keluarganya dengan mendidik anak-anaknya gemar makan ikan sejak kecil, dan berharap agar masyarakat juga melakukan hal yang sama.

Konsumsi Ikan sejak seribu hari pertama kehidupan dapat dilakukan pada masing-masing keluarga terutama bagi anak-anak. Sebaiknya lebih banyak mengonsumsi ikan dalam menu sehari-hari.

Nilanto Perbowo mengatakan, Indonesia diberi anugerah dengan luasnya wilayah laut yang merupakan sumber daya ikan yang luar biasa memiliki keunikan tropikal, dimana ikan sepanjang waktu tanpa terpengaruh musim mampu berkembang biak.

“Terkait kelautan penting adanya kedaulatan, keberlanjutan, kesejahteraan, laut bisa bermanfaat sebagai sumber perikanan”. Ucap Nilanto.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, Tema Wisman menerangkan, mengonsumsi Ikan di Provinsi Jambi terus meningkat termasuk besarnya ketersediaan Ikan Patin siap konsumsi yang saat ini mencapai 1.200 ton.

Konsumsi ikan di Provinsi Jambi terhitung meningkat berdasarkan keterangan Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi Tema Wisman “Ada 38,68 Kilogram per kapita setiap tahunnya untuk konsumsi ikan masyarakat”.

Selengkapnya

Pertemuan Rapat Koordinasi Pimpinan untuk membahas Big Data, Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), dan juga Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat.

Selain itu, Pertemuan Rakorpim juga mengharapkan dukungan dari seluruh unit utama demi mendukung pelaksanaan Satu Data Kesehatan dengan Berkoordinasi, Sharing Data melalui Interoperabilitas dengan menggunakan web service, dan memanfaatkan data untuk pengambilan keputusan berdasarkan bukti demi mendorong akuntabilitas.

Selengkapnya

Pertemuan yang bertujuan untuk membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara / Lembaga (RKAKL) yang merupakan dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi program serta kegiatan suatu Kementerian Negara atau Lembaga sebagai penjabaran dari Rencana Kerja Pemerintah dan Rencana Kerja Kementerian Negara / Lembaga yang bersangkutan dalam satu tahun anggaran serta anggaran yang diperlukan untuk melaksanakannya.

Selengkapnya

GERMAS merupakan gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Masyarakat agar meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat.

Pada Rabu, 21 Agustus 2019 Evaluasi GERMAS tingkat Kabupaten Hulu Sungai Utara di adakan untuk membahas apa sudah dilakukan selama ini dalam kegiatan GERMAS yang sudah terlaksana. Pada evaluasi ini dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra yang dihadiri juga oleh Perwakilan OPD, Organisasi Masyarakat (DW, PKK, Muslimat NU, Aisyiyah, TP PKK), Dinas Kesehaaan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Dinas Kesehatan Provinsi, Kementerian Kesehatan, dan Dr. dr. Trihono, M.Sc selaku Tim HPU.

Selengkapnya

Pramuka menjadi sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat serta Bangsa Indonesia. Hari Pramuka tercetus dalam Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) yang mana memiliki sejarah dalam perjalanan bangsa. Lahirnya Pramuka juga menjadi awal berdirinya pergerakan nasional.

Pada 15 Agustus 2019, Saka Bakti Husada Tingkat Nasional mengikuti Hari Pramuka yang ke-58. Pada Peringatan Hari Pramuka 2019 dihadiri juga Direktur Promkes dan PM yang juga selaku Ketua Harian Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional dr. Riskiyana Sukandhi Putra.

Menteri Kesehatan (Menkes) Prof Nila FA Moeloek meminta anggota Pramuka Saka Bakti Husada ikut mensosialisasikan gaya hidup sehat mulai dari dalam keluarga, yang nantinya berdampak ke masyarakat.

Menurut Menkes, upaya sosialisasi gaya hidup sehat menjadi penting karena kesehatan adalah hak fundamental setiap manusia. Pramuka, sebagai wadah kegiatan kaum muda menjadi potensial untuk mendukung keberhasilan program-program kesehatan.

Dalam peringatan Hari Pramuka tahun 2019, SBH juga dididik untuk tanggap dalam situasi bencana. Kesigapan Pramuka dalam pertolongan pertama gawat darurat telah ditunjukkan dalam simulasi tanggap bencana, sebagai manifestasi peran SBH pada penanggulangan bencana berbasis masyarakat.

Selengkapnya

GERMAS merupakan salah satu program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yaitu sebuah gerakan yang bertujuan untuk menciptakan budaya hidup sehat untuk meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat.

Pengoptimalan GERMAS harus dilakukan secara terus menerus agar perilaku hidup kurang sehat yang ada di masyarakat bisa berubah. Pengoptimalan GERMAS juga mendukung upaya mencegah terjadinya stunting pada anak.

Drs. Jamaludin Ahmad, M.M selaku Asisten I Bidang Pemerintahan Sekda NTT menyampaikan “Diharapkan melalui kegiatan Optimalisasi GERMAS dan Pencegahan Stunting yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pergerakan Wanita Nasional (DPP PERWANAS) dapat menghasilkan rekomendasi terbaik dalam membangun komitmen bersama untuk penurunan stunting secara terintegrasi di Indonesia”.

Optimalisasi GERMAS dan Pencegahan Stunting yang diselenggarakan DPP PERWANAS bekerjasama dengan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dilaksanakan di Hotel On The Rock Kupang, berlangsung selama dua hari (24 – 25 Juli 2019)

Materi kegiatan yang disampaikan yaitu Kebijakan Kesehatan dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat tahun 2019 dan Upaya Pencegahan Stunting, serta peran PERWANAS dalam menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Pencegahan Stunting juga sejumlah materi lainnya.

Selengkapnya

Peraturan Menteri Kesehatan tentang Pembinaan Satuan Karya Pramuka Husada bersama Direktorat Promosi Kesehatan dan PM, Biro Hukor, Kwarnas dan Perwakilan Menpora.

Jakarta, 1 Agustus 2019 Pembahasan tentang Rapat Pembahasan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Pembinaan Satuan Karya Pramuka Bakti Husada.

Saka Bakti Husada merupakan salah satu jenis Satuan Karya Pramuka yang merupakah wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam Bidang Kesehatan.

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya sebagai Investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif.

Rapat Pembahasan RPMK tentang SBH bertujuan agar anggota Gerakan Pramuka yang telah mengikuti kegiatan tersebut dapat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam bidang kesehatan khususnya tentang lingkungan sehat, keluarga sehat, penanggulangan gizi, obat, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Selengkapnya

From 6 to 12 May 2020, no new cases of Ebola virus disease (EVD) have been reported from North Kivu Province, Democratic Republic of the Congo (Figure 1). Since the resurgence of the outbreak on 10 April 2020, seven confirmed cases have been reported from Kasanga, Malepe and Kanzulinzuli Health Areas in Beni Health Zone. Of these, one is receiving care at the Beni Ebola treatment centre (ETC), one who was receiving care at the ETC recovered and was discharged, and one remains in the community, 35 days after symptom onset. Efforts to locate this individual are being undertaken to test and provide care for this person. Four of the people confirmed to have Ebola died, including two community deaths and two deaths in the ETC in Beni. So far, no definitive source of infection has been identified.

As of 12 May, 90 contacts are currently under surveillance, of which 41 are high-risk contacts who had direct contact with body fluids of the last confirmed case. All contacts have exited their high-risk period (seven to 13 days after last exposure). Contacts from the previous six cases reported in April have exited their follow-up period. Of the 41 high-risk contacts, 37 have been vaccinated. A total of 1486 people have been vaccinated in Beni and Karisimbi since 10 April 2020.Selengkapnya